Pilih Bahasa : Indonesia English
Facebook Sari Warna Asli Garment Twitter Sari Warna Asli Garment Google Plus RSS Feed Email Contacts
Senin, 12 Desember 2011 15:34

Pelayanan Kami Featured

Rate this item
(2 votes)

 

Industri garment merupakan industri padat karya. Tuntutan efisiensi menghendaki garment dapat diproduksi secara massal dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, dilakukan usaha-usaha untuk melakukan otomatisasi sehingga diperoleh efisiensi dan produktivitas yang tinggi dengan memanfaatkan sumberdaya manusia secara optimal. Saat ini telah ditemukan berbagai mesin yang terspesialisasi yang terotomatisasi dan memiliki kecepatan produksi tinggi, dan semua hal tersebut telah dimiliki PT. Sari Warna Asli Garment. Proses otomatisasi dilakukan mulai dari proses disain, marking, sampai dengan finishing.

Di PT. Sari Warna Asli Garment Surakarta, proses produksi dilakukan dengan sistem bundle progressive dimana setiap pekerja hanya melakukan satu elemen kerja. Tipe mesin jahit yang ada pun menjadi banyak dengan kemampuan melakukan satu atau kombinasi pekerjaan sesuai kebutuhan. Sehingga dikenal mesin jahit seperti: lockstitch, serger, bartack, buttonhole, buttonsew, overdeck, zigzag sew dan lain-lain. Di bagian quality control pun telah digunakan mesin inspeksi kain otomatis, di bagian finishing ada mesin pemotong benang, pencuci garment otomatis, mesin pres dan packing otomatis.

Proses produksi PT. Sari Warna Asli Garment dimulai dari diterimanya order dari buyer yang dilanjutkan dengan pembuatan disain serta pembelian atau mempersiapkan bahan baku. Proses awal sebelum produksi dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. ORDER : Proses pertama dalam alur produksi adalah penerimaan order. Bentuk order yang datang dari buyer biasanya berbentuk work sheet yang di dalamnya terdapat bentuk, ukuran termasuk toleransinya, jumlah dan bentuk pakaian yang dipesan.
  2. SAMPLE: Bagian ini bertugas menterjemahkan pesanan buyer seperti membuat pola sesuai dengan yang diminta buyer, sampai dengan membuat contoh pakaian yang akan diproduksi.
  3. PERSIAPAN BAHAN BAKU: Setelah sampel disetujui maka perusahaan akan berbelanja bahan baku kain maupun aksesorisnya yang akan digunakan. Sistim pembelian biasanya berdasarkan panjang kain sehingga meskipun kain dari supplier berbentuk roll atau gulungan, panjang keseluruhan kain adalah sesuai dengan pesanan.
  4. PEMERIKSAAN KAIN: Pemeriksaan kain dilakukan dengan menggunakan mesin inspeksi untuk melihat apakah terdapat cacat yang terdapat pada bahan baku kain.

Setelah melalui tahap persiapan maka dimulailah proses produksi garment. Proses produksi dimulai dari pemotongan kain, penjahitan dan finishing. Pemotongan kain dilakukan dalam beberapa tahap, demikian pula untuk proses penjahitan dan finishing. Lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian berikut.

  • Marking: Tahap pertama dalam proses pemotongan (cutting) adalah pembuatan marker. Marker adalah kertas panjang yang di dalamnya terdapat pola-pola yang disusun sedemikian rupa sehingga didapat penggunaan bahan sehemat mungkin. Penggunaan teknologi komputer untuk menyusun marker akan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku.
  • Spreading: Setelah pembuatan marking, maka tahap berikutnya adalah pembentangan kain (spreading). Kain bahan baku diangkat dan diletakkan di atas penyangga yang ada pada meja spreading dan siap digelar. Di atas meja tersebut dihamparkan kertas yang panjang dan lebarnya sesuai dengan panjang-lebar marker. Kain kemudian diratakan dan diatasnya diletakkan marker.
  • Cutting: Setelah marker diletakkan di atas tumpukan kain yang digelar maka kain siap dipotong. Proses pemotongan kain bisa dilakukan dalam beberapa tahap. Pada pemotongan pertama, yang dilakukan adalam pemotongan komponen-komponen besar dan juga komponen kecil yang masih berkelompok. Pemotongan dilakukan menggunakan mesin potong vertikal (vertical knife). Sebagai kelanjutan pemotongan pertama, dilakukan pemotongan kedua, yakni pemotongan komponen kecil (atau pemotongan komponen besar dan kecil untuk kain bermotif) dengan menggunakan band knife.
  • Bundling: Pembundelan adalah menyatukan komponen-komponen pola yang telah dipotong sesuai dengan operasi penjahitannya (misalnya, untuk body, berarti terdiri dari body front, back, yoke dan juga centerline dalam satu bundel). Pada tiap bundelan ini disertakan tiket yang berisi informasi: banyaknya komponen yang harus dibundel, job order, ukuran dan jenis komponen yang dibundel.
  • Fusing: Untuk komponen-komponen kecil seperti collar, ban collar, cuff dan juga centerline, sebelum dijahit harus diberi lining terlebih dahulu. Setelah komponen-komponen tersebut dibundel maka dibawa ke bagian fusing untuk merekatkan lining. Sebelum dimasukkan ke dalam mesin fuse, komponen dan lining disolder terlebih dahulu agar pada waktu fuse liningnya tidak bergeser.
  • Sewing: Merupakan proses dalam menyatukan bagian-bagian kain yang telah digunting berdasarkan pola. Teknik jahit yang digunakan harus sesuai dengan desain dan bahan karena jika tekniknya tidak tepat maka hasil yang diperoleh pun tidak akan berkualitas.
  • Quality Control (QC): Adalah semua usaha untuk menjamin (assurance) agar hasil dari pelaksanaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan memuaskan konsumen (pelanggan). Tujuan quality control adalah agar tidak terjadi barang yang tidak sesuai dengan standar mutu yang diinginkan (second quality) terus-menerus dan bisa mengendalikan, menyeleksi, menilai kualitas, sehingga konsumen merasa puas dan perusahaan tidak rugi.
  • Finishing:Proses ini termasuk proses memeriksa barang garment yang sudah berupa baju dan lain-lain, memeriksa ukuran, melakukan setrika atau gosokan, dan memeriksa bercak. Setelah dijahit, semua barang garment yang di cek oleh quality checker untuk memastikan bahwa barang garment dibuat sesuai standar kualitas buyer. Memeriksa barang garment biasanya dilakukan untuk melihat penampilan secara visual dan ukuran yang tepat.
  • Packing: Barang garment kemudian dilipat dan disiapkan untuk dikemas dalam lembaran karton. Cara pelipatan barang garment bervariasi tergantung keinginan buyer. Hang tag, spesial hang tag dan stiker harga dipasang dengan benang atau dengan tag pin (plastik).Barang garmen dilipat dan ditandai kemudian dikemas ke dalam polybag. Selama pengepakan garmen secara acak diperiksa oleh internal pengendali kualitas untuk memastikan bahwa barang-barang berkualitas saja yang dikemas.

SWA Garment

Read 5101 times Last modified on Senin, 18 Juli 2016 10:01
More in this category: « Produk Kami

Artikel Terbaru

Motivasi

Kesuksesan tidak akan pernah datang bagi orang yang hanya menunggu tanpa berbuat, kesuksesan datang bagi orang yang selalu berbuat untuk mewujudkan apa yang diinginkan. PT. Sari Warna Asli Garment - 01/01/2013

 

Kontak Kami

Anda dapat menghubungi kami di :

  • Alamat: Jl. Hos Cokroaminoto no. 28 Pucang Sawit, Surakarta, Jawa Tengah. Indonesia 57125
  • Telp 1: +62 271 648747
  • Telp 2: +62 271 645767
  • Email 1: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • Email 2: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • Fanpage: https://www.facebook.com/swa.garment

Map Lokasi

Kontak Kami

Anda disini: Home